Ruang Digital Ramai Pengiklan, Etika Periklanan Diubah

Addiction.id-Jakarta. Kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI) kembali diamendemen dan baru disahkan per 20 Februari 2020. Ini merupakan kali keempat kitab tersebut diperbarui.

Diketahui EPI berisi pedoman para pelaku industri periklanan dalam berperilaku dan berbisnis.

Ketua P3I Pusat Janoe Arijanto menuturkan bahwa amendemen ditujukan untuk menyesuaikan dan tetap relevan, antara perangkat etika periklanan dengan landscape komunikasi pemasaran terbaru–yang mengalami perubahan cukup signifikan dalam lima tahun terakhir ini.

“EPI secara fungsi harus dinamis dan bisa menangkap konteks-konteks baru yang sedang berubah, wajar jika amendemen dilakukan secara rutin,” katanya saat dihubungi Addiction, Minggu (10/05).

Janoe memaparkan, hal baru yang mesti diketahui dan ditegakkan para pengiklan, dikhususkan untuk jenis-jenis media baru, platform baru, dan content digitalnya.

“Ini (amendemen) penting dilakukan, karena sering muncul pertanyaan di kalangan pengiklan: apakah ada perbedaan etika jika sebuah content ditayangkan di digital?” ujarnya.

Ia menambahkan, kendati aturan sudah tercantum dalam EPI sebelumnya, aturan perihal platform digital belum ditulis secara detail.

Selengkapnya … http://addiction.id/ruang-digital-ramai-pengiklan-etika-periklanan-diubah/