HPN – Presiden Joko Widodo memuku gendang khas Maluku “Tifa” tanda perayaan acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis, (9/2).
Pemukulan Tifa oleh Presiden didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Maluku Said Assagaff, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Ketua Umum PWI Pusat Margiono.
Panitia HPN 2017
–
Salah satu butir keputusan Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-28 di Padang Sumatera Barat (1978) adalah cetusan kehendak masyarakat pers untuk menetapkan satu hari yang bersejarah guna memperingati peran dan keberadaan pers secara nasional. Kehendak tersebut diusulkan kepada pemerintah melalui Dewan Pers untuk menetapkan Hari Pers Nasional (HPN). Dalam sidang Dewan Pers ke-21 di Bandung pada tanggal 19 Februari 1981, kehendak tersebut disetujui oleh Dewan Pers untuk disampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraan Hari Pers Nasional.
Hari Pers Nasional diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PWI, ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985. Dewan Pers kemudian menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibukota provinsi se-Indonesia.
Penyelenggaraannya dilaksanakan secara bersama antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah khususnya pemerintah daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan. Kebijakan ini diputuskan dalam sidang Dewan Pers ke-26 di Ambon pada 11-13 Oktober 1985. Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk menyemarakkan Hari Pers Nasional. Antara lain Pameran Pers dan Media yang diikuti oleh seluruh komponen pers nasional, media, serta pendukung lainnya. Selain itu diselenggarakan Konvensi Nasional Media Massa, penyerahan Anugerah Jurnalistik dan Pers, Bakti Sosial, dan hiburan rakyat.
Hari Pers Nasional menjadi ajang silahturahmi dan penyatuan pemikiran untuk kemajuan pers khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan terbesar dan paling bergengsi bagi komponen pers Indonesia. Landasan ideal HPN ialah sinergi. Sinergi antar komponen pers, antara komponen pers, masyarakat dan pemerintah, seperti tergambar pada untaian pita (umbulumbul) yang membentuk huruf HPN.
Panitia HPN
baca juga :
| NO. | MATERI KONVENSI & SEMINAR |
|---|---|
| 1 | Refleksi Masyarakat Pers Mengenai Implementasi Kebebasan Pers Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi |
| 2 | Refleksi Perjalanan Pers Indonesia Sejak Reformasi Ketua Dewan Pers, Bagir Manan |
| 3 | Peran Media Massa Sebagai Mitra Strategis TNI AL KSAL Laksamana Ade Supandi |
| 4 | Jokowi dan Pers untuk Kesejahteraan Sosial Peneliti Media Universitas Airlangga, Dr. Herlambang P. Wiratraman |
| 5 | Kerangka Strategis Mendikbud 2015-2019 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan |
| 6 | Gerakan Nasional Revolusi Mental Ketua Pokja Revolusi Mental, Kantor Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Arif Budimanta |
| 7 | Pers Dan Revolusi Mental Ketua IJTI, Yadi Hendrayana |
| 8 | Media dan Revolusi Mental Anggota Dewan Pers, Nezar Patria |
| 9 | Revolusi Mental Pers Indonesia Anggota Pokja Revolusi Mental, Kantor Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ahmad Mukhlis Yusuf |
| 10 | Pembangunan Pariwisata dan Infrastruktur Menteri Pariwisata, Arief Yahya |
| 11 | Nusa Tenggara Barat dalam Perspektif Pers Pemimpin Redaksi National Geographic, Didi Kaspi Kasim |
| 12 | Peluang Devisa Dalam Perspektif Pers Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin |
| 13 | Peran BUMN Meningkatkan Profesionalitas Pers Dirut PT Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo |
| 14 | Semen Indonesia Memandang Peran & Fungsi Pers Dirut PT Semen Indonesia, Suparni |
| 15 | Melepas Ketergantungan Tambang |
