Strategi Agar Mobile Advertising Berkembang

harris-p3i

Sekalipun jumlah ponsel semakin melejit, periklanan lewat perangkat itu (mobile advertising) sebenarnya masih rendah. Periklanan lewat televisi dan koran masih menjadi pilihan utama. Akan tetapi, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) berpandangan mobile advertising bakal tumbuh pesat. P3I melihat, momentum semakin maraknya penggunaan ponsel, khususnya jenis smartphone, menjadi salah satu pendorongnya.

“Belanja iklan tahun ini bisa mencapai Rp 124 triliun,” terang Harris Thajeb, Presiden Dentsu Group Indonesia dan Ketua P3I, di sela-sela peluncuran ad2c, selaku biro mobile advertising dan pemasaran internasional, di Jakarta.

harris-p3i

 

Menurut dia, anak-anak muda sekarang ini semakin melekat dengan dunia digital. Perangkat canggih, seperti smartphone, pun seperti suatu perangkat yang musti dipunyai. Apalagi, harganya sudah mulai terjangkau.

Sekalipun demikian, periklanan lewat perangkat seluler sendiri masih rendah. Misalnya dari total belanja iklan nasional, iklan lewat televisi memegang porsi paling besar dengan 65-67 persen. Setelah itu, iklan melalui media cetak, seperti koran, mengikuti dengan 27-28 persen. “Sisanya itu digital, outdoor, dan radio,” tambahnya. Porsi iklan digital, termasuk didalamnya mobile, sekitar 3 persen sekarang ini.

Akan tetapi, pertumbuhan belanja iklan digital tidak bisa dipandang sebelah mata. Biasanya, kata dia, pertumbuhan belanja iklan ini hampir 100 persen tiap tahunnya.

Sebagai strategi untuk mendorong tumbuhnya iklan mobile, ia menuturkan, iklan harus bisa menarik konsumennya karena iklan biasanya dibaca kalau konsumen ada keperluan. Harris lalu menerangkan, “Kalau bicara dengan segmentasi tertentu, itu pasti akan tercapai, dan mereka akan klik terus. Kalau ad (iklan) itu bener, tepat, mungkin dia (konsumen) akan akses karena menarik untuk dia.” Selain itu, aplikasi yang tepat juga harus dibuat.

Ia pun menyambut baik hadirnya ad2c di Indonesia. Menurut dia, biro mobile advertising ini bisa mendorong perkembangan periklanan mobile. “Kita harus lihat bahwa kalau ada perusahaan seperti ad2c ini mungkin akan membuat advertising di mobile lebih cepat,” terangnya.

Kesempatan iklan lewat mobile ke depan, menurut dia, sangat besar. Karena ada dua momen besar, yakni pemilihan umum dan Piala Dunia di Brasil pada tahun depan. Melihat dua peristiwa itu, dia memprediksi belanja iklan bisa melonjak di tahun 2014. “Ke depan, tahun 2014, ada pemilu, ada bola, ya itu saya boleh katakan (belanja iklan) bisa naik 25 persen,” tandasnya. (EVA)