PERAN HALAL TOURISM DI ERA NEW NORMAL

Tahun 2016 Provinsi Aceh memenangkan tiga kategori dalam Anugerah Pariwisata Halal Terbaik tingkat nasional, yaitu Kategori Bandara Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, dan Daya Tarik Wisata Terbaik. Dan saat gelaran World Halal Tourism Award 2016 di Dubai, Aceh memenangkan dua kategori yaitu World’s Best Airport for Halal Travelers dan World’s Best Halal Cultural Destination. Tahun 2018, sebanyak tujuh destinasi di Aceh menjadi nominasi dalam Anugerah Pesona Indonesia 2018.

Terkait Sektor Tourism di Provinsi Aceh, Ketua Pengurus Daerah P3I Aceh, Hasbul Fayadi, mengatakan, Aceh memiliki potensi sangat besar, apalagi Aceh punya karakter dan indetitas yang sangat khas dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Untuk itu, katanya, branding nama Aceh sebagai destinasi wisata halal harus diperkuat. Demikian juga paket-paket wisata halal harus dirancang dengan baik, guna mendorong pertumbuhan kedatangan wisatawan ke Aceh lebih banyak lagi.

“P3I sebagai organisasi yang berisikan praktisi strategic planning, media planning dan creative planning, yang ahli dalam membangun branding, siap membantu pemerintah, mendorong dan meningkatkan citra Aceh, menjadikannya sebagai salah satu tujuan utama destinasi wisata halal dunia” demikian Hasbul mengemukakan.

Berdasarkan studi Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI), total jumlah wisatawan Muslim dunia mencapai 117 juta pada 2015. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah hingga mencapai 168 juta wisatawan pada 2020, dengan pengeluaran di atas 200 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,6 triliun.

Hasbul Fayadi mewakili P3I menjadi pembicara dalam WEBINAR SERIES EKONOMI ISLAM yang bertajuk “Peran Halal Tourism Dalam Membantu Ekonomi Di Era New Normal” pada hari Jum’at,  24 Juli 2020. Acara ini didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh dan Pengurus Daerah P3I Aceh.