Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016

P3I 300 x 250

Indonesia E-commerce Summit and Expo 2016-banner
Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3i Pusat ) ikut berpartisipasi sebagai Association Partner dalam Event Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016.
Dari masa ke masa yang tak bisa terhindarkan adalah perubahan. Dari perubahan budaya, perilaku, hingga teknologi. Kebetulan saja kali ini perubahan yang terjadi secara besar-besaran adalah teknologi digital. Internet yang semula hanya berisi informasi dan pengetahuan telah berubah sedemikian interaktifnya dan pula bertindak tidak sekedar product knowledge bisnis tetapi juga transaksional.

Startup punya banyak cara untuk memonetasi usahanya, dari mudah hingga paling sulit. Tetapi setiap tempat memiliki karakter dan keunikannya masing-masing. Dari sekian cara akhirnya ditemukan paling efektifnya. Yang paling penting adalah startup punya gambaran prospektif dan terus dinamis mengubah cara menggiring pasar untuk memilih dirinya.

Seperti e-commerce. Ada dua jenis model yang umum kita kenal: marketplace atau mall online. Satunya lagi adalah toko online. Contoh dari marketplace adalah Tokopedia, Rakuten, Ebay, dan Bukalapak. Marketplacemerupakan platform website yang membantu mempromosikan barang sekaligus memfasilitasi transaksi uang secara online. Platform website tersebut menghimpun produk dari penjual yang berbeda dan telah dengan keinginannya menampilkan dagangannya di website tersebut.

Sedangkan toko online contohnya adalah Bilna, BerryBenka, Saqina, Fellinshop, Cicierobags, Indomakeup, dan lain sebagainya. Toko online sangat personal karena dapat berinteraksi antara penjual dan pembeli untuk memastikan barang tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Media yang umumnya digunakan adalah BBM, Line, atau WhatsApp. Toko online bisa menjual barang beragam maupun spesifik untuk segmen pembeli berdasarkan target marketnya. Seiring perkembangan, untuk membangun kepercayaan serta performa, tokoonline kemudian diaplikasikan pula dalam bentuk website.

Josh Kopelman dari First Round Venture (VC di Amerika Serikat) membeberkan fakta bahwa lebih dari separuh dari 15 website terbesar hari ini tidak ada di tahun 1999. Tidak mengejutkan, karena keberadaan Facebook, Youtube, Wikipedia, MySpace, Blogger, Live.com dan Twitter gencar menggempur inovasi untuk menyempurnakan teknologi satu dekade terakhir.

Channel sosial media sangat mendukung kegiatan e-commerce. Terhitung sejak kemunculan Facebook di Indonesia di tahun 2008, Jumlah user Kaskus meningkat pesat dari kisaran 600 ribu user menjadi 2,5 juta user dalam jangka waktu 2 tahun. Untuk mencapai user 600 ribu sebelumnya, Kaskus membutuhkan waktu selama delapan tahun lamanya, dan terkini bahkan telah menghimpun 7,8 juta user. Tak bisa terelakkan, peran sosial media sangat bermanfaat untuk menaikkan traffic.

Sejumlah e-commerce besar Indonesia akan berbagi pengalaman dengan calon pemain industri e-commerce di Indonesia di Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) 2016 tanggal 27 – 29 April ini. Sepeti William Tanuwijaya dari Tokopedia, Emirsyah Satar dan Hadi Wenas dari Mataharimall, Ahmad Zaki dan Fajrin Rasyid dari Bukalapak, Jo Bjordal dari Zalora Indonesia, Chris Feng dari Shopee, Madaleine Ong De Guzman dari Elevenia, Diajeng Lestari dari Hijup, dan masih banyak lagi.

Tahun ini merupakan momen pertama IESE digelar dengan membawa banyak informasi penting tentang perkembangan e-commerce Indonesia yang telah menjadi program nasional ekonomi digital di Indonesia. Jangan lewatkan!

GET YOUR TICKETS NOW

P3I 728 X 90