Etika Pariwara Indonesia (EPI)

TUTUR SPONTAN

Prakata dari Ketua Panitia

Penyempurnaan EPI

 

 

Syukur deras mengalir ke hadirat Tuhan Sang Penguasa Alam tentulah wajib dipanjatkan tatkala mufakat mengetuk palu tanda rampungnya ramuan teranyar etika pariwara negeri ini. Lewat KuasaNya lah, segala daya upaya para panitia penyempurnaan untuk senantiasa menjaga kualitas dan kuantitas periklanan Indonesia seakan tak pernah pudar. Perjuangan dan ikhtiar dalam melekatkan kebersetujuan semua pihak dalam memahami dan menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari perilaku dan praktik periklanan Indonesia memang sebuah kerja teramat besar. Terimakasih Tuhan atas segala ilham dan curahan energiNya.

 

Perjalanan panjang meramu ulang etika pariwara ini memang tak akan pernah ada habisnya. Seolah garis akhir tak pernah tercipta hingga takkan pernah ada kata rampung dalam prosesnya. Beragam mantra dan ramuan yang berupa kerangka acuan dan pengalaman telah dituangkan memang tak akan pernah jadi sempurna, tapi diharapkan dapat menjaga pariwara negeri ini agar senantiasa sehat sentosa. Lewat prakarsa ini, kita layak berharap laras pariwara Indonesiawi yang diungkap lewat tata wicara dan rupa iklan kita dapat berpadan dengan tataran kehidupan keseharian kita bersama.

 

Pabila kita tilik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika memiliki tiga arti, yaitu ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral, kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan moral dan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Jadi etika sebenarnya merupakan sarana yang memberi orientasi pada hidup kita sebagai manusia. Tiang etika pariwara berdiri tidak serta merta menjadikan insan pariwara bertakwa. Bukan karena ketidaksempurnaan etika, melainkan kesediaan penganutnya untuk tidak melenceng dari kiblatnya. Melalui etika pariwara, kita diajak untuk memiliki kedalaman sikap, memiliki kemandirian, dan tanggung jawab terhadap hidup kita sendiri.

 

Sebuah kreativitas memang sulit untuk dibatasi, karena untuk mendapatkan suatu karya yang apik dari sebuah kreativitas dibutuhkan sebuah ide yang cemerlang. Sesuatu yang biasanya datang dari pancaran imaji yang tidak dibatasi. Dalam belantara periklanan, begitu riuhnya panitia penyempurnaan yang mayoritas memiliki tingkat kreativitas unik dan menarik dalam tata wicara dan rupa, perlu memiliki pedoman agar tidak menabrak norma dan etika khalayak. Hadirnya etika bukanlah untuk membatasi tapi sebagai garis tepi arena periklanan, etika pariwara menjadi pedoman laku yang berjalan seiring dengan irama permainan dari para pemilik dan penyalur pesannya, termasuk dari riuh-rendah khalayaknya.

 

Pedoman etis hanya dapat tercipta jika para insan periklanan ini senantiasa bertolak pada itikad yang jujur, taat pada hukum, dan norma yang berlaku, serta berusaha untuk menghargai khalayaknya. Insan periklanan harus menyadari bahwa dari itikad, kiprah, dan usaha tersebut akan memperkuat posisi, peran, dan wibawa pariwara dalam kehidupan khalayak negeri ini. Hingga akhirnya akan tercipta laras-laras iklan Indonesiawi yang tata wicara dan rupanya sesuai dengan laras khalayaknya.

 

Ungkapan kasih layak disampaikan kepada semua pihak yang telah urun rembug dalam menyumbang mantra dan ramuan yang berupa curahan waktu, pikiran, dan gagasan-gagasannya. Mulai dari yang setetes kata sampai kepada pengambilan langkah-langkah strategis atas pemaknaan etika yang Indonesiawi. Semoga segala daya dan upaya ini dapat semakin melekat pada diri para pelaku industri periklanan di Indonesia.

 

 

Jakarta, 1 Oktober 2014

 

 

Panitia Penyempurnaan EPI

Ketua, merangkap anggota:

Hery Margono (Badan Musyawarah Etika DPI)

 

Anggota:

1. F.X. Ridwan Handoyo (Badan Pengawas Periklanan P3I)

2. Janoe Arijanto (P3I)

3. Musa Chandra (APPINA)

4. Nuke Mayasaphira (AMLI)

5. Fachry Mohamad (PRSSNI)

6. Nono Suharsono (TVRI)

7. Neil R. Tobing (ATVSI)

8. R.T.S. Masli (DPI)

 

Penasehat

1. Baty Subakti (P3I)

2. Bambang Sumaryanto (Badan Musyawarah Etika DPI)

3. Sancoyo Antarikso (DPI)

 

————————-
Download Kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI)  disini

Etika Pariwara Indonesia